Tita mengerjap, rasa pening dan mual menyeruak di tubuhnya membuat nya mengeryit ketika hawa dingin menusuk kulitnya yang putih. Dengan cepat ia berlari ke kamar mandi dan terpaksa memuntahkan semua yang ada di dalam perut nya hingga hanya cairan bening yang terasa pahit di pangkal tenggorokan nya yang keluar. Seluruh badan Tita lemas, dia melorot di kamar mandi. Dia mencoba bangkit berdiri meski badan nya masih lemas. Mengaca di kaca besar wastafel nya, dia mencuci muka dan mengambil sikat gigi dan pasta gigi. Lalu mulai menggosok gigi. Bahkan untuk aktivitas sederhana seperti itu saja rasa nya cape sekali. Dia berjalan pelan keluar kamar mandi. Pandangan nya menyapu sekeliling kamar. Tirai jendela di kamar itu terbuka, terlihat dibalik kaca jendela yang besar itu hujan salju yan

