Pagi ini Tita bangun dengan perut sangat-sangat lapar. Dia ingat semalam mengerjakan tugas kuliah sampai larut malam. Terlalu banyak belajar memang gampang membuat lapar. Padahal seingatnya dia sudah makan malam dan selama belajar dia juga banyak makan cemilan. Tapi memang dasar perutnya perut karung ditambah makanan buatan koki disini enak-enak kalah jauh dengan buat bi ita di rumah. Jangan tanya masakan mamih karena mamih tidak bisa masak. Tita tertawa sendiri mengingat bagaimana papa meringis kalau sudah mencicipi masakan mamih. Koki di rumah Al benar-benar hebat. Setelah diawal dia dibuatkan sandwich dengan isian ham dan mayo, anggur dan lemon tea. Dengan malu-malu Tita minta nambah lagi. Kali ini dia minta mashed potato with cheese. Tapi hebatnya koki ini dia selalu melebihi expek

