"Aduh sakit!" Naya berteriak mengeluh ketika tubuhnya didorong oleh orang-orang yang membawanya tadi untuk duduk di kursi kayu keras. Naya tidak tahu di mana dia berada saat ini namun yang Naya ingat jika dia di bawa ke rumah besar dan mewah yang tidak tahu milik siapa. Rumah besar setipe dengan markas FIGHTER namun ini versi lebih mewah, Naya tidak bisa membedakan mana rumah beneran mana rumah markas geng besar. "Diiket nggak Tan?" "Nggak usah. Diemin aja kayak gitu, dia nggak bakal bisa ke mana-mana kalau kakinya aja sakit," "Oke, ayo kumpul sekarang." "Nanti, lo pada duluan aja, gue mau urus cewek ini dulu." Tak lama Naya ditinggal oleh dua orang yang membawanya dan meninggalkan dia bersama lelaki jaket kulit hitam. Naya memandangi lelaki yang wajahnya seperti blasteran itu den

