Senin datang, pukul setengah tujuh, Tante dan Kakak udah heboh mengetuk pintu kamarku, “Dek, bangun, Dek. Nanti kesiangan.” Aku yang baru bisa tidur setelah azan subuh, mata masih sepet banget dan susah dibuka, hanya menyauti, “Iya.” Tapi rupanya, dua cheerleader itu belom puas sebelum aku benar-benar membuka pintu, mereka masih saja mengetuk pintu kamarku berulang, jadi, demi keamanan dan kenyamanan umat manusia di rumah ini, aku membuka pintu kamarku, “Iya, udah bangun ini. Masih jam setengah tujuh, loh, ibu-ibu sekalian. Aku masuk kerja jam sembilan nanti.” Ucapku sambil mengucek kedua mataku, “Bangun, mandi, sarapan dulu. Nanti keburu-buru.” Begitu ucap Tante, “Iya, Tan, iya. Aku mau merem bentar lagi. Semalem aku gak bisa tidur, baru bisa tidur habis subuhan tadi. Jam setengah delapan

