RAHASIA DI KOPER SUAMIKU Bab 15 Srek! "Jangan bergerak atau anda saya tembak!" mataku reflek terbuka saat mendengar suara asing itu. Polisi. Syukurlah datang tepat waktu. Sebelum aku dihabisi dua iblis ini. Dengan sigap. Dua polisi berbadan kekar ini meringkus Ibu dan Mas Hakam. Cepat Rehan menarikku menjauh dari lokasi. "Lepaskan kami, Pak! Kami berdua tidak bersalah!" Ibu berteriak sambil berontak. Kedua tangan kirinya di borgol bersamaan dengan tangan kanan Mas Hakam. "Diam! Jelaskan semua di kantor polisi saja!" sanggah lelaki berseragam cokelat khas, lengkap dengan topi di kepalanya. Mas Hakam melotot ke arahku. Tangannya mengepal keras. Hingga menciptakan otot yang saling bertaut di sana. "Ikut kami ke kantor!" dua petugas kepolisian menarik Ibu dan Mas Hakam ke arah l

