Delina

1241 Kata

RAHASIA DI KOPER SUAMIKU Bab 25 Kudorong pintu kaca rumah kecantikan bernuansa putih pink ini. Beberapa staf menyambut dengan senyuman ramah. "Mbak, buat calon istri saya makin cantik." ucap Rehan pada pekerja di salon ini. "Siap, Pak. Mari, Mbak. Ikut saya," aku berjalan mengekor ke arah sebuah ruangan. Rehan dan Albert menunggu di ruang depan. Pertama-tama aku minta dipijit dengan rileks. Nyaman sekali saat kulit ini pertama disentuh. Terasa bagai berabad-abad otot-ototku menenggang karena kesibukan. Kepalaku juga dipijat dengan perlahan. Seketika semua pening yang melanda entah ke mana. "Mbak, beruntung banget. Jarang loh, ada lelaki yang mau mengantar pasangannya ke salon." mendengar celetukan dari mbaknya. Mataku lantas terbuka. "Ah, bisa aja kamu, Mbak." tanggapku dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN