Celaka

1097 Kata

Rahasia Suamiku Bab 10 "Dewi, Awas!" Rehan berlari dan memekik. "Aaaa!" Prang! Brugh! Tubuhku jatuh terhuyung bersama Rehan. Aku berada dalam dekapannya di lantai berwarna putih ini. Tak kusangka, Bu Karti tega melemparkan guci keramik ke arahku. Beruntung aku bisa diselamatkan oleh Rehan. Guci itu pecah dan berserakan menjadi serpihan kecil. Ya Allah, terimakasih kau sudah menyelamatkan aku. Sedetik kemudian. Bu Karti hendak kabur. Karti berlari terbirit-b***t menuju pintu luar. Rehan bangkit dan segera mengejar Bu Karti. Sedangkan Mas Hakam. Ia mendekatiku dan merengkuh bahuku. "Kamu tidak apa-apa 'kan, Wi?" Mas Hakam bertanya. Wajahnya menjukkan rona khawatir. Tapi entah dengan hatinya. Mungkin ia lebih senang jika aku mati. Agar dengan mudah ia menguasai semua hart

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN