Tumis Tauge

1061 Kata

Rahasia di Koper Suamiku Bab 28 "Bolehkah aku lepas anting-antingnya?" Mataku langsung terbuka kembali. Kala Rehan menyentuh daun telingaku. Ah, aku baru ingat. Aku lupa melepas anting mutiara yang masih terpasang di telinga ini. "He-em," jawabku sembari mengangguk. Hampir saja jantung ini melompat dari otot penyangganya. Aku kira … ia akan melakukan … sudahlah, otakku terlalu berpikir yang tidak-tidak. Ternyata, menikah dengan teman itu jauh lebih mencengangkan. Kita yang terbiasa bertutur sapa akrab, eh malah menjadi suami istri. Jodoh emang nggak kemana. Jemari lembut itu mulai beralih melepas anting di bagian satunya. "Selesai," katanya lantas tersenyum. Rehan menenteng sepasang anting bulat berkilau itu di depanku. Sungguh, senyuman dia bikin candu. Memandang tak cukup hanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN