Rahasia di Koper Suamiku Bab 34 "Mama cuma pingin cucu." Astaga! Hampir saja tangan ini menepuk jidat. Namun tak jadi dan beralih menggaruk pelipis yang sama sekali tak terasa gatal. Aku dan Rehan kompak saling menatap. "Apaan sih Ma, orang baru nikah juga," sungutku kemudian memanyunkan bibir. "Apa salahnya, Sayang? Semakin cepat semakin baik. Ingat, kalian itu udah dewasa. Bukan saatnya buat main-main lagi. Makanya gaskeun terus ya, secepatnya harus kasih cucu Mama!" Ya, ya, ya. Ini yang membuatku kesal. Emangnya gampang apa bikin anak? Eh salah ding, iya bikinnya gampang. Tapi jadinya kagak. Batinku merutuk. "Iya, Ma. Semoga secepatnya ya, jangan lupa Mama doain kami berdua ya," ucap Rehan agak berperangai aneh. Dapat kutafisrkan kalau dia sedang canggung bercampur malu-ma

