Rintihan Tengah Malam (4)

1384 Kata

Tangan menggenggam kain bajunya sendiri, menahan desakan erangan yang sudah sampai ke pangkal lidah. Ia menggigit bibir, memejam mata, mencoba fokus pada satu hal: keheningan. *** Usai pertemuan warga, langkah Yayuk tidak langsung pulang ke rumah. Di dekat warung lantai dasar, ia berbelok diam-diam ke gang sempit yang hanya diterangi lampu jalan yang redup. Nafasnya terdengar cepat. Entah karena gugup, atau karena ia tahu apa yang menunggunya di ujung gelap gang itu. Di antara tembok kusam yang ditumbuhi lumut, cahaya temaram dari dalamnya membentuk siluet seorang pria muda yang berdiri gelisah. Darto, mengenakan jaket lusuh dan celana jins, berdiri seperti seseorang yang sudah terlalu lama menunggu. Begitu melihat Yayuk datang, ia berkata dengan nada tertahan, hampir seperti desaka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN