“Dari mana?” Satu pertanyaan terlontar begitu saja. “Dari ... rumah sakit,” jawab Zara. “Pergi sebentar tadi.” “Maaf, aku tadi mengajak Zara makan rujak. Oya, aku gaktelat mengantarkannya 'kan?” Farhan berusaha menjadi penengah kesenjangan antara pasangan itu. “Oh, gak kok. Aku baru mau saja pulang. Mampir dulu, Han? Kita ngobrol-ngobrol sambil ngopo.” Davin menawarkan. Farhan tak menyangka jika akan mendapat sambutan yang berbeda. Ia pikir, Davin akan menghajarnya, atau memaki kasar. Zara juga tak kalah terkejut. "Ada apa dengan Davin hari ini?" Ia membatin. “Boleh," jawab Farhan. Di sini, Zara lah yang khawatir. Davin bukanlah orang yangbisa diajak bercanda untuk urusan Farhan. Tetapi saat ini, ia di hadapkan bermacam-macam kemungkinan buruk yang mungkin terjadi di rumahnya nant

