Prasangka

1496 Kata

Davin masih duduk di tempat semula. Sebuah bangku di ruang tunggu yang semula ia duduki bersama dengan Zara dan mamanya Avril. Setelah menelepon Tarjo, rupanya ia baru menyadari jika Zaratak lagi berada di rumah sakit itu. “Kebiasaan. Kalau ada apa-apa main pergi saja,” rutuk Davin. Ia bergegas masuk guna menemui Avril dan mamanya. Di tepijendela, Eva berdiri menghadap keluar. Ia sengaja membiarkan pandangannya tertuju pada beberapa perawatan yang mengobrol sambil berlalu-lalang. Sedangkan Avril langsung menatap Davin begitu pria itudatang. “Zara mana?” tanyanya. Davin menjatuhkan bobot tubuhnya pada kursi di sampingranjang, tempat Avril berbaring. Ia menghela nafas sebelum menjawab. Ada kegetiran disana. “Sudah pulang.” “Apa dia menyetujuinya?” tanya Avril memastikan. “Sabar du

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN