Mengalah

1445 Kata

Tangan tiba-tiba bergetar saat ponselnya berdering. Nama Davin terlihat di sana. Zara menutup gorden yang semula ia sibak. Masih tampak di matanya seseorang yang berdiri di luar pagar. “Halo," sapanya. “Halo. Mungkin aku akan lama di luarnya.” “Langsung ke kantor? Apa ada masalah?” “Enggak.” “Ke rumah oma?” “Enggak juga.” “Terus ke mana?” “Avril kecelakaan.” Zara tercengang, sehingga tak memberi tanggapan. “Aku di rumah sakit sekarang. Kamu mau ke sini? Biar Tarjo menjemputmu.” “Apakah harus kamu yang menemaninya, Vin?” “Zara ... ini bukan saat yang tepat buat berdebat. Aku suruh Tarjo menjemputmu, ya?” Zara tak menjawab. “Aku gak mau kamu curiga. Siap-siaplah! Aku tunggu disini.” Ponsel senyap, Davin memutuskan sambungan. Pada saat yang sama, ponselnya kembali berdering. “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN