Luka dan Ketakutan Terbesar

1299 Kata

Lobi RS Valleshire siang itu terasa luas dan dingin, tapi tangan Liora yang menggenggam tangan Rain justru hangat dan … sedikit gemetaran. Pesan Opa Nikolas barusan masih terbayang jelas. “Tunggu di lobi. Meeting sudah selesai.” “Opa marah nggak ya …?” cicit Liora, nyaris tenggelam oleh gemericik air mancur di sudut lobi. Rain menoleh, senyum tipis muncul, senyum yang menenangkan orang lain, meski dadanya sendiri berdebar kencang. “Kalau Opa kamu marah,” katanya kalem, “biar aku yang dimarahin. Kamu di belakang aku aja.” Liora melotot, sedangkan Rain tetap ‘berusaha’ terlihat cool. Tapi kalau dirasakan baik-baik … tangan Rain? Keringat dingin. Dan jantungnya? Liora bisa ngerasain dari dekat—berdebar cepat banget. “Kamu jangan sok tenang deh,” Liora mendesah, mencubit pelan lengan jas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN