Bab 145

1510 Kata

Bagaskara "Tidak perlu berbasa-basi. Di matamu, kau tidak lebih dari seorang penjilat dan perusak," desisnya penuh amarah. "Maaf, Paman. Sepertinya di antara kita ada kesalahpahaman yang semakin membesar." Aku berusaha berbicara dengan tenang. "Aku yakin paman sangat tahu aku dan keluargaku adalah orang yang bagaimana, tapi kenapa Paman menilaiku begitu?" "Kalau bukan karena dirimu, aku tidak akan pernah mengalami kehidupan seperti ini," sentaknya sambil menatapku tajam. "Kalau bukan karena kau, anakku tidak akan berpencar seperti sekarang, dan mereka menjalani kehidupan yang buruk." Kedua tangannya mengepal kuat dan matanya juga sudah memerah. Aku yakin kalau bukan karena tubuhnya terluka, dia pasti sudah mendaratkan pukulan di tubuhku. Namun, aku masih tidak mengerti dengan apa yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN