Bagaksara Emi terus berteriak seolah aku dan Vania orang jahat yang sebenarnya. Padahal, kami memang sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membuat Gion diakui oleh papa. Terlepas pria itu mau menerimanya atau tidak, aku tidak akan ikut campur. Aku menutup kedua telinga Vania agar dia tidak perlu mendengar hal-hal buruk yang diucapkan wanita itu. Urat malunya memang sudah putus. Sayangnya Gion malah jatuh cinta dengan wanita sepertinya. Apa wanita baik-baik di dunia ini sudah punah? Aku rasa tidak. Hanya saja kedua matanya hanya tertuju kepada wanita itu. Vania melepaskan tanganku yang berada di depan telinganya. "Aku tidak bisa mendengar apa yang mereka katakan, Mas," lirihnya putus asa. "Tidak apa. Jangan dengarkan lagi. Aku ada di sini dan semuanya akan baik-baik saja." Lagi, aku

