Bab 151

1548 Kata

Bagaskara Kaki langsung berlari ke arah mobil untuk mengejar mereka, bahkan tanpa persiapan, dan aku meminta Kevin untuk melakukan semuanya. Aku bahkan memintanya untuk menelepon pihak bandara dan melakukan penundaan lepas landas dalam beberapa saat. "Kenapa? Ayo, masuk!" teriakku kepada Karina yang hanya diam, lalu kembali masuk ke dalam. Sementara orang tuanya juga tidak kelihatan, aku pikir mereka menyusul kami ke sini. "Kalian pergi berdua saja, mamaku pingsan!" Karina berteriak dengan wajah panik, lalu menghilang dari pandangan. "Sudahlah, Mas, kita saja yang berangkat," ucap Vania dan aku langsung menyalakan mobil. "Lagipula jangankan mamanya, aku sendiri sangat syok dengan semua ini. Apalagi kita kenal baik dengan Leo." Aku mengiyakan apa yang Vania katakan. Sebagai tanda terim

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN