Bab 138

1018 Kata

Vania "Apa yang kau lakukan, wanita gila?" Gadis berpenampilan seksi itu langsung menatapku nyalang. "Tentu saja mencegah bibit-bibit wanita perebut suami orang, ditambah kalian sudah keterlaluan melakukan hal yang tidak-tidak di hadapan banyak orang," tandasku geram. "Sayang, maaf, barusan aku dan dia sebenarnya sedang membisikkan rahasia." Mas Bagas berjalan ke arahku dan membuat pembelaan. "Aku tidak percaya!" bentakku, lalu melipat tangan di bawah d**a. Bisa-bisanya suamiku berkerja sambil saling bersentuhan dengan yang bukan mahram. Katanya sudah berubah? Apa seperti ini masih bisa dikatakan hijrah? Kalau ya, tandanya Islam sudah rusak. "Serius, Sayang. Nanti aku berikan suatu fakta yang akan membuat kamu terkejut," bujuk Mas Bagas, tapi aku menolaknya. "Sekali aku katakan tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN