Bab 168

1299 Kata

Bagaskara Dadaku mendadak sakit setelah mendengar apa yang Emi katakan. Ditambah kepalaku tiba-tiba terbayang Vania yang pergi tanpa menoleh ke belakang meski tahu aku sedang sakit keras. Apa mungkin cintanya padaku sudah hilang? Dokter Dion segera menolongku dan meminta mama untuk dibawa rumah sakit, karena kalau meminta ambulan untuk datang rasanya tidak mungkin karena terlalu lama. Papa langsung menyiapkan mobil untuk membawaku, bahkan papa juga yang menyetirnya. Sementara Kevin, dia tidak kelihatan. Di mobil ini hanya ada mama, papa, dokter, dan Emi. "Lah, kenapa wanita ini ada di sini?" batinku memaki karena sangat kesal ketika ingat apa yang bicarakan. Aku menatapnya tajam, tapi dia malah menyentuh tanganku yang pada akhirnya aku diamkan karena tidak berani melawan. "Dari dulu s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN