Tia berlari sekencang yang dia bisa, ia sangat takut Jhon berhasil menangkapnya. Untung saja sejak kecil dia sudah terbiasa melarikan diri dari kejaran tantenya jika ia melakukan kesalahan yang tidak ia sengaja. Dia akan melakukan apa saja agar bisa lolos dari amukan tantenya yang selalu menyiapkan rotan di rumah. Terkadang, Tia tidak berani pulang selama dua hari menunggu amarah tantenya mereda. Selama dua hari dalam pelariannya, biasanya Tia akan tidur di kendang kambing milik warga. Sedangkan untuk mengisi perutnya, ia akan mecuru buah-buahan atau apa saja yang bisa untuk mengganjal perutnya. Tia terus berlari menyusuri jembatan kayu yang membentang di sepanjang hutan mangrove sembari tertawa melihat mister Jhon yang cukup jauh tertinggal. “Tia … berhenti!” teriak mister Jhon melambat

