Bab 98

1000 Kata

"Aku tidak memarahimu, kenapa kau menangis." Ucap Samuel yang melihat Ola terisak. "Tapi aku bersalah, maafkan aku!" Ucapnya meskipun sedikit terbata karena menangis. "Aku waktu itu menerimanya karena— "Tidak apa. Aku sudah tau semuanya sedari awal." Ucap Samuel yang membersihkan wajahnya yang mengeluarkan darah. Sejujurnya hidung dan pipinya terasa ngilu, karena pukulan Felix kepadanya yang memang menurutnya lumayan keras. Namun dia memang sengaja membiarkannya dan tidak membalasnya. Sedangkan Ola sendiri terkejut dengan pengakuan Samuel jika dirinya sudah tau sedari awal. "Tau sedari awal? Apa maksutmu?" Tanya Ola. Samuel menghentikan aktifitasnya lalu menatap Ola. "Aku tau jika kau memiliki kekasih lain saat di kampus saat aku mencium bau tubuhmu yang memiliki parfum lain, awaln

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN