BTW II 73

1295 Kata

Risa tidak akan merelakan sang kekasih pergi meninggalkan dirinya dan juga calon anak mereka. Sebisa mungkin ia akan berjuang untuk mengembalikan ingatan sang kekasih. DING....DONG..... Beberapa saat kemudian. "Risa, kau datang kemari, Sayang?!" Sambut Melisa, seraya merentangkan kedua tangannya di ambang pintu. Menyambut sang calon menantu. "Iya Tante, apa Garel ada?" Tanya nya, setelah membalas pelukan dari wanita paruh baya di hadapannya. "Iya dia ada di kamar nya. Oiya! Kau sedikit gemuk," kritik wanita paruh baya itu. Risa hanya tersenyum. Dan menyahut. "Benarkah? Hanya perasaan Tante saja mungkin," kekeh Risa. Melisa pun akhirnya memanggil Garel untuk turun menemui Risa. Beberapa detik kemudian, sosok pemuda itu turun ke lantai bawah, menemui sosok gadis di sana. "Ada ap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN