Di kediaman Jino. Maria berlahan membuka kedua matanya. Ia terdiam, memiringkan tubuhnya ke samping. Gadis itu terlihat begitu sedih, ia tau apa yang terjadi pada dirinya. Kenapa hal ini bisa terulang kembali? Sungguh ia sangat bosan, kapan semua ini akan berakhir?. Hingga tiba-tiba datang sang kakak ipar. "Maria, kau sudah bangun Sayang?" Tutur wanita yang bernama Mela itu. "Em," sahut Maria, dengan gumaman. "Ayo makan dulu, Kakak sudah buatkan sarapan pagi untukmu," seru wanita tersebut, berusaha membuat suasana terlihat biasa-biasa saja. Meski ia tau jika gadis yang tengah meringkuk itu tengah bersedih. "Kak, apa Allard baik-baik saja?" Tanyanya mengalihkan pembicaraan. "Maksudmu? Memang ada apa dengan Allard? Anak itu baik-baik saja," sahut Mela, berusaha menghindar dari topik p

