Gilbert, terlihat pemuda itu tengah menyuapi istri cantiknya. Yang mungkin sekarang keadaan nya sudah berangsur membaik. "Sayang, makan yang banyak ya! Agar kau cepat sembuh," tuturnya lembut, membuat hati Cinta terasa menghangat. "Gi, kenapa kau berubah? Apa kau kasihan pada ku?" Tanyanya. "Aku sadar bahwa aku mencintaimu," akhirnya, Cinta benar-benar mendengarkan kata-kata mutiara itu dari bibir sang suami. Apakah ini yang namanya cinta terbalaskan?. "Sungguh, bukan karena kasihan padaku?" "Aku sungguh-sungguh, apa aku harus mati terlebih dahulu, agar kau bisa percaya pada ku?" Ucap Gilbert berlebihan. "Sstttt, aku tidak mau dengar. Aku percaya padamu. Tapi,--- Cinta menundukkan wajahnya, tatapan kedua matanya berubah redup. "Gloria? Aku,--- Lanjut Cinta, ambigu. "Kenapa hm?

