Brak !!! Raka membuka pintu rumah dengan sangat kencang "M-mas raka sudah pulang ?" tanya bibi takut "Kenapa naya bisa pergi bi ? Bukankah sudah kubilang jangan memperbolehkan naya pergi kemanapun tanpa seizinku ? Kenapa bibi membiarkannya pergi ?" tanya raka sedikit emosi , raka benar benar mati matian menahan emosinya agar tidak bersikap kurang ajar dengan bibi Bibi menunduk merasa sangat bersalah "m-maafkan bibi mas. Tadi bibi sudah melarang mbak naya pergi tapi mbak naya tetap memaksa pergi dan mbak naya juga bilang hanya sebentar. Maafkan bibi" Raka mengacak rambutnya frustasi , menghembuskan nafasnya kasar. Pikiran nya saat ini sudah kalang kabut tidak tahu harus mencari naya dimana terlebih ini sudah larut malam. "Kamu dimana nay ? Kenapa kamu pergi" gumam raka benar benar fr

