Bab 33

1773 Kata

"Nat, kamu sakit? Wajahmu pucat," tanya Rayyan sambil meletakkan secangkir kopi pahit ke atas meja. Saat ini keduanya duduk di cafe Rayyan setelah Ranu memperlihatkan adegan yang membuatnya syok dan berdiri mematung.  "Enggak, cuma kepalaku agak sakit."  Wajah Natasha yang menumpukan kepalanya di atas jemari tangannya yang kurus dan panjang terlihat pucat pasi.  "Perlu obat? Kalau cuma bodrek sih kayaknya ada."  Natasha menolak, dan Rayyan pun tak memaksanya lagi. Setelah melayani beberapa pembeli, Rayyan duduk kembali depan Natasha. Kopinya sama sekali belum tersentuh, wanita itu menatap Rayyan dengan mata kucingnya.  "Ranu dan pacarnya yang tadi...," Natasha menggigit bibirnya sejenak, lalu berkata lagi, "hubungan mereka sudah lama?"  Natasha itu tipikal pegawai kantoran yang canti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN