Tera kaget, yang ditunjuk Alarik adalah tempat parkir VVIP. Hanya pemilik gedung, pejabat tinggi dan selevel direktur yang boleh parkir di sana. Dia tahu Alarik kaya, tapi sepertinya belum selevel ini. "Tempo hari kita ketemu di Bogor, sekarang di Cilandak. Jauh banget mainnya." Katanya lagi. "Sembarangan aja bilang main. Pulang kerja nih!" Sahut Tera sambil meninju main-main lengan Alarik. Alarik terdiam mendengar jawaban gadis itu. Tidak mungkinkan, bosnya tidak tahu di mana dia bekerja? "Untung deh kamu nggak punya kerjaan, beli jus sampai sini. Coba kalau nggak, mereka nggak akan berhenti maksa pasti." Pria muda di depannya masih terdiam. Dia masih berpikir, berpikir dan berpikir. Bukan, ini bukan kebetulan. Ini adalah konspirasi yang sudah diatur oleh Ghamaliel. Alarik m

