J Moizha menggerutu sembari mengurut pergelangan tangannya. "Kamu ngapain sih? Narik tangan orang seenaknya, udah gila ya!" "Harusnya aku yang tanya. Ngapain kamu mesra-mesraan ditempat umum, gak punya duit buat sewa kamar?!" Hanya beberapa detik, tapi Moizha sempat melihat senyum mencemooh yang sekilas terlihat di wajah Ranu. Jangan salahkan dirinya, kalau dia menjawab ucapan pria itu dengan ketus. "Ada gitu orang yang sewa kamar buat benerin anting? Mana orang tololnya? Kamu?" "Tapi yang aku liat bukan begitu!" Ranu gak mau kalah, "ini nih di timur, harusnya kamu ngerti mana yang pantas, mana yang gak!" "Woy! Woy, Bang...tunggu sebentar," Zeon yang mengikuti mereka menyela dengan hati-hati, dia mau ikut meluruskan kesalah pahaman tadi supaya Moizha gak dituduh yang tidak-tidak.

