Rumah Elina mendadak jadi ramai. Selain Wilda, sekarang juga ditambah Dila yang untuk beberapa hari ke depan juga tinggal di situ. Teman-teman mereka yang rumahnya tidak begitu jauh dari sana pun silih berganti berdatangan menjenguk Dila. Sorenya sepulang dari kantor, Aryan dan Mara kembali mampir ke sana. Sudah ada Ilham Fauzi yang datang mengunjungi anaknya. Meski pada prakteknya pria itu justru hanya mengobrol dengan Aditya Bachtiar, karena sikap Dila yang masih acuh tak acuh. “Bagaimana dengan pekerjaan di kantor, Ra? Pasti kamu tambah sibuk, ya?” tanya Dila yang sesekali masih meringis karena tangan kirinya justru semakin bengkak. Mara nyengir melirik suaminya yang mendengus dengan muka kecut. Dila paham, pasti penyakit rewel bosnya itu kambuh lagi. “Om Ayang seharian uring-uring

