Rita menyambar beberapa lembar tisu untuk membersihkan pisau lipatnya yang belepotan darah, lalu beranjak ke meja mereka. Sudah lama dia tidak pernah berkelahi lagi seperti ini. Apalagi sampai berkesempatan menggunakan pisaunya. "Apa lihat-lihat!” bentak Rita saat menyusul duduk di samping Leon, tapi malah mendapati Dendi yang terus mencuri-curi lihat ke arahnya dengan tatapan aneh. Pria yang biasa nyinyir itu justru kicep sambil menggeleng, lalu melempar tatapan ke arah lain. Mulai sekarang sepertinya dia harus lebih berhati-hati saat berada di dekat Rita. Salah sedikit saja dan membuatnya marah, bisa-bisa dia jadi samsak hidup. Pantas, pantas saja Rita dipercaya menjadi bodyguard istri Ibra, Elina dan sekarang menjaga Mara. “Rey mau kamu apakan, Bang?” Mendengar pertanyaan Ibra, Ary

