Muka bapaknya Desti langsung keruh. Matanya melotot menatap Wira yang meringis gugup dan salah tingkah. Bujang anak satu, bule lagi. Bagaimana Trimo tidak hampir pingsan coba. Teman-teman Wira di teras saja sampai hampir guling-guling menahan tawanya. “Jadi sebelum menghamili anakku, kamu juga menghamili wanita asing dan tidak menikahinya. Seperti itu kan yang kamu maksud bujang anak satu?” “Iya,” angguk Wira. “Kenapa tidak kamu nikahi?” cecar Trimo semakin menatap Wira tidak senang, sedang orang tua Wira hanya bisa pasrah “Karena dulu saya pikir wanita itu tidak mungkin hamil anak saya. Tapi, beberapa bulan lalu karena dia mau kembali ke negaranya, tiba-tiba datang dan menyerahkan anak itu untuk saya asuh. Sebelumnya saya benar-benar tidak tahu kalau dia ternyata memang hamil dan mel

