setelah selesai dari kamar mandi Shivin pun keluar dengan raut wajah yang sangat berbeda, dia tak henti hentinya menatap ke arah Sheila sambil tersenyum. "kenapa kau melihatku seperti itu?"tanya Sheila gugup. "kau, menarik juga ternyata".ucap Shivin membuat Sheila malu "oh,ya. kau istirahat lah lebih awal,aku masih belum mengantu.sambungnya "baiklah", Sheila pun segera menuruti perintah sang suami. beberapa menit kemudian Sheila terbangun karena mendengar suara yang sangat menggangu nya.Dia pun berjalan ke ruang pakaian. "Shivin. kau punya moral sosial,tidak? kau mengeluarkan suara bising sebesar ini, bagaimana aku bisa tidur?"oceh Sheila panjang lebar. "sembilan puluh delapan,sembilan puluh sembilan, seratus''. hah, Shivin pun beranjak,dia berdiri di hadapan Sheila. "aku mende

