Oliver baru saja sampai di apartemen miliknya. Ia melempar tas yang berisi dokumen dan berkas penting ke atas ranjang. Dengan perasaan kesal, Oliver meregangkan ikatan dasi di lehernya, lalu duduk di sofa yang ada di sudut kamar itu. Oliver masih mencoba mencari kesadarannya saat ini, benar atau tidak dengan apa yang baru saja ia lihat. “Wanita itu memang mencurigakan. Jika memang ia Yume, sepertinya terlalu asing untukku,” gerutu Oliver. Tidak lama setelah ia menggerutu, Oliver mendapatkan telepon dari Mira. Wanita itu mengatakan akan menginap di rumah ke dua orang tuanya dan tidak akan pulang untuk malam ini. Sungguh satu kebetulan yang sangat pas, di saat ia melihat istri kontraknya bersama pria lain, malam itu juga dia tidak kembali ke apartemen. Oliver beranjak dari tempatnya, lalu

