Ellen terlihat begitu cantik dengan gaun pernikahan yang dikenakannya. Riasan pada wajahnya juga yang terbaik dilakukan oleh seorang makeup artist. Setelah itu, tubuh kaku itu dimasukkan ke dalam peti bercat putih, dengan garis emas di tepi luarnya. Peti itu diletakkan pada ruang depan rumah dengan hiasan bunga disekitarnya. Dua pria sedang duduk di depan peti itu. Wajah sedih mereka tidak bisa disembunyikan, sudah beberapa jam ini mereka menangis. Sedangkan Violet dengan dress hitam duduk di kursi deretan depan bersama Isabel di sampingnya. “Kenapa kau secepat ini pergi?” gumam Oliver. Pria itu nampak tidak tahu lagi harus bagaimana. Ia sudah melakukan semua yang terbaik untuk Ellen. Hanya saja, kematian itu datang secara tiba-tiba. “Oliver, kita harus segera mengantarkan Lyra ke tem

