18

1918 Kata

Perasaan Davion yang lebur terselamatkan berkat anggur dengan kadar alkohol paling rendah yang Ken tinggalkan di laci untuknya. Pria satu itu punya penawar paling baik saat para pria tengah tertekan. Alkohol adalah pelarian. Dan Davion tidak lagi ingat kapan terakhir kali dia menegak minuman ini. Hal paling dasar yang menjadi sebab utama dia minum adalah tertekan. "Kau tidak tahu apa pun. Dan berhentilah memandangku dari sisi kacamatamu sendiri." Napasnya berantakan. Panas karena alkohol berhasil membakar d**a dan isi kepalanya. Ingatannya berputar. Layaknya bulan yang memutari bumi. Gambaran ekspresi Amara kala itu tidak bisa terdefinisikan dengan jelas. Semuanya meluruh. Bersama kesal dan sesal yang membaur menjadi satu. Davion benci. Tapi tidak tahu bagaimana cara mengatasinya. Amar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN