36

2009 Kata

"Kau tidak baik-baik saja," Davina bersuara dengan cemoohan. Saat pandangannya tajam seperti siap menguliti. Wanita itu mondar-mandir untuk menatap Davion yang menunduk, melukis sesuatu di atas kertas. Berpura-pura tidak menganggap eksistensinya ada dan itu berhasil membuatnya kesal. "Kau setuju denganku, Ken?" Pria berambut kuning nyentrik itu menghela napas. Saat dia menurunkan tabletnya dan mendesah pendek. Melirik Davina malas, dan menepuk bahu Davion. "Kenapa kau begitu pada sahabatku, hah?" "Dia juga sahabatku!" Bola mata itu memutar bosan. "Davion, serius. Apa yang terjadi?" "Tidak ada," sahutnya singkat. Davina menghela napas gusar. Menarik kursi saat dia duduk di depan pria itu. Merebut kertas gambarnya dan berhasil membuat Davion mencebik jengkel. "Kenapa denganmu?" "Apa-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN