Ibaratnya, mencintai sama seperti memberikan satu-satunya hati yang kita miliki seutuhnya pada seseorang, tanpa peduli meskipun kian hari kian meretak karena terus-menerus dilukai dan dijatuhkan. • • • "Kenapa lo keras kepala banget, sih?" tanya Nael yang ditujukan pada Naya, walau ia tahu Naya tidak akan mendengarnya Daripada Naya kenapa-napa nantinya, setelah menimbang-nimbang, akhirnya Nael putuskan untuk menghampiri gadis itu. Tapi bukan berarti Nael ingin berubah pikiran. Tidak. Nael tetap pada pendiriannya. Nael menghampiri hanya untuk bilang, apapun ajakan Naya, ia akan menolak. Melihat Nael berjalan bukan dari arah gerbang, Naya cukup heran dibuatnya. "Loh, kok Kakak jalan dari arah sana? Aku pikir―" Ya, Nael sengaja meninggalkan motornya di parkiran sekolah agar Naya mengiran

