Gue akan berhenti mencintai lo mulai sekarang. • • • Sesaat kepala Nata menunduk. Melihat kembali sebuah kertas yang dipegang sebelah tangannya yang lain. Maaf, gue masih menyukai lo. Meskipun gue tau hati lo bukan untuk gue. Seketika seperti ada sesuatu yang berkecamuk dalam pikiran Nata, yang membuatnya meragukan kembali niatannya untuk menaruh kertas tersebut di laci meja Naya. Nata tidak tahu, pantaskah dia melakukan hal ini, ketika sudah jelas-jelas ia tahu, bahwa Naya sudah menjadi milik orang lain? Tapi, kalau ia masih begini terus, menuliskan ungkapan-ungkapannya di kertas itu, kemudian mengirimkannya pada Naya, bagaimana bisa ia berhenti menyukai gadis itu? Yang ada malah perasaannya pada gadis itu semakin tumbuh dan berkembang, bukan? Apa mungkin ini sudah saatnya bagi Nata

