Happy Reading ^_^ *** Christopher bertekad untuk meminta maaf secepatnya. Ya, dia harus melakukannya sebelum Chrystal yang beberapa hari ini bersikap baik padanya berubah menjadi Chrystal yang dulu. Sebenarnya dia tidak keberatan menghadapi Chrystal yang dulu –pemarah dan tidak mau kalah dalam berdebat- tapi kalau semuanya bisa dibicarakan dengan baik-baik, lalu untuk apa sebuah perdebatan dilakukan? Toh, semuanya jadi lebih nyaman dan terkendali saat mereka bisa menyelesaikan banyak perbedaan hanya dengan mengobrol dan diselingi dengan godaan ringan. Dia benar-benar tidak ingin kehilangan semua momen itu. Christopher sudah nyaman dengan kondisi hubungan mereka belakangan ini. Tapi sayangnya Chrystal juga cukup keras saat memutuskan untuk marah. Perempuan itu benar-benar menutup telinga

