45. Antara Selim, Vino, dan Roland

1035 Kata

Selim memijat pelan pelipisnya yang terasa berdenyut. Suasana perpustakaan yang cukup sepi membuatnya begitu konsentrasi dalam menyelesaikan tugas makalah dari dosennya. Meskipun kini ia menjalani dua peran sekaligus, yaitu dosen dan mahasiswa S-3, ia berusaha semaksimal menikmatinya. Mengerjakan tugas pun tak boleh asal-asalan agar kemampuannya cukup diperhitungkan dan tentu saja mendapatkan nilai yang memuaskan. Selim mematikan laptopnya dan merapikan buku-buku perpustakaan yang sudah ia pinjam. Saat ia sedang meregangkan otot-ototnya sebentar, ia melihat Vino yang hendak keluar. "Alvino!" Selim memanggil salah satu mahasiswanya itu. "Iya, Pak?" "Bisa kita bicara sebentar?" Vino yang memang tak memiliki kegiatan apa pun lagi mengangguk. Mereka pun segera keluar dari gedung perpusta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN