51. Empat Mata

1070 Kata

Selim bangun di sepertiga malam terakhir dengan perasaan bahagia. Bahagia yang tak pernah ia rasakan sebelumnya membuat tidurnya lebih pulas daripada malam-malam yang telah berlalu. Alara, gadis yang kini menutup sempurna auratnya, semakin memikat hatinya. Tak hanya parasnya yang cantik, tetapi juga hatinya. Apakah ini salah satu di antara doa mendiang sang ayah yang Allah kabulkan? Selim dengan lantang mengatakan iya. Bukankah doa orang tua tak akan pernah ada penghalangnya? Selim mengaktifkan ponselnya yang kehabisan daya setelah ia mengirim pesan pada Alara. Sembari menunggu ponselnya yang telah ia charge menyala, ia masuk ke kamar mandi untuk buang* air kecil dan berwudhu. Setelah hajatnya selesai, ia keluar dan langsung memakai baju koko putih dan sarung hitam polos. Tak lupa juga k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN