Chapter 15 - Don't Be Sad

1490 Kata

Sepanjang perjalanan pulang, Rey terus memikirkan perkataan Jennie dan Figo. Figo bahkan udah mengangkat bendera perang untuknya. Merebut Bella? Jangan mimpi, Rey ngga mungkin ngebiarin hal itu terjadi. Rey mengcekram stir mobil dengan kuat lalu menekan klakson dengan kesal. Kekesalannya dia hari ini, dia salurkan ke jalanan yang saat ini sedang macet total. Macet di Ibu Kota benar-benar membuat dia tambah kesal. Rasanya dia ingin meneriakan semua pengendara motor atau mobil yang membuat Jakarta macet. Apakah mereka ngga tau kalo sekarang Rey lagi buru-buru? Buru-buru ke rumah Bella, maksudnya. Mungkin dengan bertemu sang pujaan hati dapat menurunkan amarah dia saat ini, ah bukan mungkin lagi. Tapi itu udah pasti. Setelah melewati macetnya Ibu Kota, Rey akhirnya tiba di rumah Bella.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN