BAB 89

1067 Kata

Di pagi harinya Yusuf masih panas. Bahkan kini laki-laki itu salat di rumah karena dia bilang kepalanya pusing saat dibawa berjalan. Penyakit itu memang tidak pernah ada yang tahu kapan datangnya, tak beda jauh dengan jodoh dan kematian. Bisa jadi orang yang sebelumnya sehat sentosa tiba-tiba keesokan harinya koma. Dahulu saat ia belum menikah, dia akan mengurus dirinya sendiri saat sakit. Dari mulai minum obat, makan, dan segalanya. Ayahnya jarang ada di rumah, sebenarnya bisa saja meminta ayahnya merawat, tapi ia tidak mau, ayahnya sudah terlalu sibuk dengan pekerjaannya, ia tidak mau ayahnya malah ikut-ikutan sakit karena kesibukannya ia tambahkan. Ia selalu menekankan pada dirinya sendiri kalau dia adalah laki-laki, kakak pertama, dan seorang anak yang harus tetap mandiri bagaimana pu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN