Part 51 Kenyataan yang menyesakkan “Jadi besok kamu akan menikah?” tanya Elang dengan suara lemah dan mata berkaca-kaca. Huri yang tengah menunduk, dengan gerakan pelan akhirnya mengangguk. “Mmm ... selamat, ya, Huri? Semoga pernikahannya Sakinah, Mawaddah, wa Rohmah.” Suara Elang bergetar menahan tangis. “Saya harap, kamu dan anak-anak bisa berbahagia selamanya walau tidak dengan saya. Oh, iya ... AC kamar hanya bermasalah di remote-nya saja. Sudah bisa dipakai lagi. Saya permisi dulu.” Katanya dengan wajah teramat sedih. Elang mengusap telapak tangannya dengan gugup, lalu berdiri dengan cepat. Langkahnya begitu berat meninggalkan Huri yang masih enggan memandangnya. Lelaki itu menoleh ke kiri dan melihat si kembar El tengah digendong oleh dua wanita yang memakai seragam baby sitter.

