Part 38 Berakhir dengan nyaman “Mama.” Elang langsung berdiri ketika tahu suara di belakangnya adalah suara Bu Rima. Lelaki itu menunduk tanpa berani mengucapkan kalimat apa pun. Jujur saat ini hatinya tengah bersorak hore karena ucapan Bu Rima yang telah kembali memberi restunya. “Mama terlalu keras pada Huri, padahal Mama sendiri tidak bisa menjaganya dengan baik. Mama harap, kalian bisa kembali bersama dan membina rumah tangga akur sebagaimana pasangan poligami lainnya. Ya, walau memang rasa adil itu pasti sangat jauh untuk dicapai pada dua hati dan dua kepribadian yang berbeda, tetapi Mama akan sangat semakin bersalah, jika membiarkan Huri tertekan dengan sikap Mama.” Elang mendengar dengan seksama, lalu memberanikan diri untuk menatap wajah Bu Rima. Garis bibirnya tertarik melengku

