Part 14 Ide dari Kiya Kiya menunggu suami kembali dari toko. Seperti biasa, Elang akan pulang sebelum Mahgrib. Jika toko sedang tidak terlalu ramai. Namun, apabila ada pekerjaan yang harus diburu, maka bisa saja Elang pulang jam sembilan malam. Kiya baru selesai salat, saat suara motor suaminya memasuki teras rumah. Segera ia bergegas berjalan keluar kamar untuk membukakan pintu. Rumah kontrakan yang mereka tempati memang sedikit berbeda dari kontrakan pada umumnya. Jika di kontrakan Kiya, ada dua kamar dan juga satu ruang tamu, serta dapur berukuran kecil. Kamar mandi juga lumayan kecil, hanya dua kamar saja berukuran cukup besar. Mereka memang mencari kontrakan yang memiliki dua kamar, karena mengira Bu Latifah—ibu dari Elang—akan tinggal bersama mereka. “Assalamualaikum,” seru Elang

