Sekitar jam empat pagi, Alex terbangun. Dia menoel-noel hidung Rara setelah puas menikmati wajah polos wanita itu ketika tidur tadi. Lebih tepatnya selalu merasa gemas, menganggap jika wajah Rara adalah mainan yang seru jika disentuh seenaknya. Rara merasa terganggu, dia menepis kasar tangan pria itu. "Ish! Aku ngantuk tau!" desisnya. Alex mengusap pipi Rara. "Sayang bangun. Dingin, di luar sana hujannya lebat banget." Mengambil tangan Rara, mengecup hangat yang kemudian Alex letakkan pada pipinya. "Terus aku harus apa? Bikin supaya hujannya berenti gitu? Jangan ngaco!" Memukul pelan pipi Alex, membuat pria itu mengaduh. "Pakai baju sana, terus selimutan. Siapa suruh kamu tidur cuman pakai bokser aja, kedinginan kan jadinya. Seneng kamu cari masalah sendiri, heran!" Alex mengerucutkan

