Rara berdiri di depan cermin besar miliknya yang ada di ruang pakaian. Dia menganakan celana jeans panjang, serta atasan yang terbuka bagian bahunya berwarna biru langit. Rara berputar, menelisik penampilannya, apakah sudah rapi atau belum. Ketika dia rasa semua sudah sempurna, Rara tersenyum tipis. "Cantik!" gumamnya mengagumi diri sendiri. Ketika melenggak-lenggokkan tubuhnya di depan cermin, Rara tersadar akan satu hal. Gerakan tubuhnya langsung berhenti, serta lengkungan bibirnya yang membentuk senyuman setiap detik yang terlewat semakin tak terlihat lagi. Rara menepuk-nepuk perut datarnya. "Enggak, dia tidak akan mungkin tumbuh." Lalu menggelengkan kepalanya yakin. Rara percaya jika sesuatu yang dia yakini maka tidak akan terjadi kenyataannya. Rara sudah berdoa pada Tuhan, meminta

