Setelah menghabiskan waktu satu jam di kamar mandi dengan segala kegilaan mereka yang nikmat, Alex keluar dengan keadaan menggendong Rara, lalu membaringkan wanita yang sedang lemas itu di tengah-tengah kasur besar dengan bed cover putih tersebut. "Cantik banget sih." Alex mengusap rambut Rara lantas mengecup keningnya cukup lama. Rara memukul pelan lengan Alex. "Aku lemas, pijitin kaki aku," gumamnya. Tentu saja lemas, Alex mengajaknya bercinta dengan berbagai macam gaya dalam waktu yang lumayan panjang. Namun tak terlalu liar dan kasar, bayi dalam perut Rara begitu penting bagi mereka. Meski sebenarnya sangat ingin bagi Alex melakukannya dengan sedikit lebih kasar seperti dulu, di malam terakhir mereka bertemu sebelum Rara dinyatakan positif hamil. Alex tertawa kecil. "Baik, Sayang."

