Sashi Pagi menjelang setelah sepanjang malam dokter melakukan berbagai pemeriksaan padaku. Beberapa jam yang lalu, Ayah dan Bunda pun sudah datang menemaniku. Ya, aku yang meminta laki-laki bernama Avaric ini untuk mempertemukanku dengan orangtuaku. Tentu saja aku ingin bertemu mereka. Bagaimana mungkin aku sedang berada di rumah sakit, melakukan berbagai pemeriksaan, tetapi penanggung jawabku adalah orang yang tidak kukenal. Walau dokter pun mengenal lelaki ini sebagai calon suamiku, untukku dia tetap orang yang tidak kukenal. Jadi saat akhirnya Ayah dan Bunda datang, aku langsung merengek kencang. Aku langsung masuk ke dalam pelukan Ayah dan tidak mau dilepaskan. Bunda pun langsung merengkuh sisi tubuhku yang lain dan mengusap-usap kepalaku. Ini yang sejak tadi kubutuhkan. Aku butuh o

